Masih Lelah


Setiap pagiku, mengawali hariku, tak henti-hentinya aku berzikir memuji keagunganMu, mentadaburi ayat-ayatMu, membaca Al-Ma'surat Mu dengan sepenuh jiwaku.
Aku begitu ikhlas, tulus ya Rabbku.
Kupenuhi setiap panggilanMu selalu tepat waktu dan berjamaah, di tambah pula dengan sunah sebagai pelengkap kekuranganku.

Ku Jalankan semua The Nine Golden Habit Oleh-oleh dari Pengajian Ramadhan tahun lalu.
Ahh....sebaik apapun kita di mata manusia yang hina dina ini belum tentu baik di mata Allah.
apalagi takabur begini, sombong, riya, ujub, Na'udzubillah.
Setaip hariku adalah doa dan ikhtiar.

Aku
selau merasa dahaga , haus akan kasih dan sayangMu.
Aku...
butuh sang motivator, penguat jiwaku ketika keropos nan rapuh, penyangga batinku ketika hendak jatuh dan keresahan.
Tuhan kurang apalagi, mereka sudah terlalu ringan tangan memberikan bantuan tanpa pamrih.
Tuhan sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari kelalaian


Hatiku selalu resah dan gelisah
jauhkah hati ini dari Mu ya Rabb.

Hujan kau ingatkan aku tentang satu rindu
dimasa yang lalu
saat mimpi masih indah bersamamu

terbayang satu wajah penuh cinta penuh kasih
terbayang satu wajah penuh dengan kehangatan
kau Ibu

IBU, sesungguhnya dialah motivasi terbesarku
Belum cukupkah?

Ku tanyai hati ini, lelah...lelah sekali untuk berdamai dengan keadaan ini.
LihatTutupKomentar